Dampak buruk kecanduan narkoba
Dampak buruk kecanduan narkoba

Dampak Buruk Kecanduan Narkoba

Diposting pada

Dampak buruk kecanduan narkoba sangatlah berbahaya, baik bagi si pengguna narkoba maupun lingkungan sekitar. Lantas muncul pertanyaan, apakah narkoba dapat mengambil alih hidup si pengguna ?

Jawabannya tergantung dari si pengguna sendiri, mereka memiliki pilihan mau melanjutkan atau memilih berhenti.

Dampak narkoba sangatlah negatif, apalagi untuk kesehatan. Seperti yang kita ketahui bersama, biasanya yang kecanduan narkoba mengalami perasaan cemas dan stres apabila tidak mengkonsumsi narkoba.

Bahkan si pengguna narkoba bisa saja menggunakan segala cara untuk mendapatkan zat terlarang tersebut, penyalahgunaan ini lah yang berbahaya baik bagi si pengguna maupun lingkungan sekitar.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai dampak buruk kecanduan narkoba yang saya peroleh dari berbagai sumber (daftar pustaka terlampir di bagian akhir), mari baca selengkapnya hingga akhir untuk mengetahui apa saja dampak buruk kecanduan narkoba.

Mengutip dari penelitian Abdi & Mayra tahun 2018, menyatakan bahwa pecandu adalah seseorang yang mengalami ketergantungan terhadap satu atau lebih zat adiktif seperti narkoba. Ketika seorang pengguna narkoba sudah berhenti menggunakan narkoba dan mulai hidup tanpa narkoba dikenal dengan istilah pecandu yang sedang pulih.

Adapun kecanduan narkoba adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan fisik, psikologi dan sosial akibat penggunaan narkoba secara terus menerus dan berlebihan.

Berbagai dampak buruk kecanduan narkoba bagi si pengguna mulai dari kesehatan yang menurun, terjadinya perubahan perilaku, hubungan dengan lingkungan sekitar menjadi semakin buruk, hingga bisa menyebabkan kematian.

Sebenarnya apa sih gejala yang dialami ketika seseorang sudah mulai mengalami kecanduan narkoba ? mari baca selengkapnya untuk mengetahui dampak buruk kecanduan narkoba.

Tanda dan gejala Seseorang Mengalami Kecanduan Narkoba

Tanda dan gejala yang bisa terlihat dari tingkah laku dan pola hidup pengguna yang mengalami kecanduan narkoba sebagai berikut :

  • Mulai merasakan cemas dengan berbagai hal
  • Lebih cepat mengalami depresi
  • Terjadi perubahan kualitas hidup menjadi tidak baik
  • Tidak sering berinteraksi dengan lingkungan sosial
  • Selalu merasa kurang puas dengan diri sendiri
  • Mulai mengalami gangguan kesehatan dan mental
  • Meningkatnya keinginan untuk menggunakan narkoba
  • Lebih cepat marah apabila keinginannya tidak terpenuhi
  • Manajemen waktu dan keuangan menjadi sangat buruk

Kemudian setelah mengetahui berbagai gejala yang terlihat berdasarkan perilaku dan pola hidup, sekarang bagaimana sih mengetahui tanda-tanda dari si pengguna narkoba berdasarkan jenis zat adiktif yang digunakan dan awal mula munculnya gejala hingga kecanduan narkoba dengan efek jangka panjang ? Berikut ini kami ulas mengenai tanda-tandanya.

Tanda dan gejala kecanduan narkoba berdasarkan jenis obat yang digunakan yaitu (O’Brien, 2011):

1. Obat yang mengandung benzodiazepin

Benzodiazepin adalah suatu obat yang umumnya digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan dan insomnia. Berdasarkan kegunaannya tersebut, maka obat ini kadang di salahgunakan untuk mengatasi perasaan stres yang mereka alami dan terjerumus menjadi kecanduan narkoba karena terlanjur dalam menggunakannya.

Pada dasarnya penggunaan benzodiazepin dalam beberapa minggu mungkin tidak ada kesulitan untuk menghentikannya, namun setelah penggunaan beberapa bulan akan terasa sulit untuk menghentikannya karena terdapat kembali gejala yang meliputi kecemasan.

Hal tersebut juga bisa membuat seseorang meningkatkan dosis dalam penggunaannya agar efek dari obat lebih terasa, sehingga penambahan dosis tersebut malah menimbulkan kecanduan.

Selain benzodiazepin, sebenarnya masih ada obat penenang tua lainnya seperti golongan barbiturat, meprobamate, glutethimide, dan yang lainnya.

Namun saat ini penggunaannya sebagai obat penenang untuk mengatasi gangguan kecemasan dan insomnia semakin menurun karena sudah ada jenis obat yang lebih aman digunakan dan efek terapinya lebih baik seperti benzodiazepin.

Adapun contoh obat dari golongan benzodiazepin adalah diazepam, sedangkan contoh obat dari golongan barbiturat adalah luminal (phenobarbital)

Gejala dari penggunaan benzodiazepine dengan dosis secukupnya yaitu :

  • Menimbulkan perasaan cemas dan resah
  • Meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya dan suara
  • Mengalami kesemutan dan merasakan sensasi aneh
  • Otot mengalami kram
  • Tubuh mengalami kejang singkat secara tiba-tiba
  • Mengalami gangguan tidur
  • Mengalami pusing

Gejala dari penggunaan benzodiazepine dengan dosis tinggi yaitu :

  • Tubuh mengalami kejang
  • Sering mengkhayal

2. Obat yang mengandung cannabinoid (marijuana atau ganja)

Faktanya tanaman ganja bermanfaat dalam pengobatan berbagai macam penyakit seperti yang tercantum dalam artikel berikut, namun ada saja oknum yang menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi hingga berakhir menjadi kecanduan.

Biasanya ganja digunakan dengan cara dibuat menjadi rokok atau menghirup asap dari pembakaran tanaman ganja.

Tanda dan gejala dari penggunaan ganja yaitu :

  • Mengalami kegelisahan dan kecemasan
  • Sensitif sehingga lebih mudah marah dan bertindak berlebihan
  • Mondar mandir tanpa adanya tujuan
  • Mengalami insomnia
  • Mengalami gangguan tidur (Sleep EEG Disturbance)
  • Mengalami mual
  • Terasa kram
  • Lebih cepat merasa lapar
  • Bertindak konyol
  • Terkadang merasakan panik atau halusinasi
  • Beresiko terkena skizofrenia
  • Menjadi antisosial
  • Minat belajar jadi menurun

3. Kokain dan Psikostimulan lainnya

Kokain tersedia dengan harga yang relatif murah dalam bentuk alkaloid. Adapun penggunaannya bisa dengan dibuat menjadi rokok, melalui infus (intravena), maupun dihirup dalam bentuk serbuk (intranasal).

Padahal kokain pada umumnya digunakan sebagai anastesi lokal. Adapun penyalahgunaan terjadi ketika oknum ingin meningkatkan kinerja, meningkatkan keparcayaan diri dan stamina yang menyebabkan mereka terjerumus menjadi kecanduan.

Bahkan penggunaanya kadang dibarengi dengan mengkonsumsi alkohol, sehingga semakin berdampak buruk bagi kesehatan. Metabolismenya pun masih bertahan dalam saluran kencing setelah 2-5 hari sejak menggunakan kokain, sehingga pengguna narkoba bisa di deteksi melalui uji urin.

Tentu saja kecanduan narkoba berdampak buruk bagi kesehatan seperti aritmia jantung, serangan jantung, kejang, bahkan bisa menyebabkan kematian. Bahkan kokain juga dapat menyebabkan kelahiran prematur dan pergeseran plasenta pada ibu hamil. Adapun contoh psikostimulan lainnya seperti amfetamin dan metilfenidat.

Tanda dan gejala dari penyalahgunaan kokain adalah :

  • Meningkatkan gairah
  • Meningkatkan kinerja sehingga menjadi lebih waspada dan siaga
  • Rasa percaya diri meningkat
  • Perasaan euforia dalam waktu singkat
  • Memiliki keinginan untuk menambah dosis obat
  • Melakukan aktivitas motorik secara tidak sadar
  • Berperilaku stereotip
  • Mulai merasakan paranoid
  • Lebih cepat merasa marah dan jengkel
  • Lebih mudah merasakan lelah dan mengantuk

4. Opioid

Pada umumnya opioid digunakan sebagai obat bius untuk menangani rasa sakit, namun opioid berpotensi disalahgunakan karena memiliki efek yang menghasilkan euforia. Padahal opioid sangat efektif digunakan untuk mengatasi rasa nyeri yang parah dan menghilangkan kecemasan.

Adapun contoh obat golongan opioid adalah morfin, heroin, dan oxycodone. Heroin menjadi obat yang paling sering disalahgunakan yang dapat menimbulkan kecanduan, bahkan efeknya mulai terasa kurang dari satu menit setelah menggunakannya melalui injeksi intravena.

Tanda dan gejala dari penggunaan opioid adalah sebagai berikut :

  • Mengalami perasaan euforia
  • Mengalami mual, muntah, dan sedasi
  • Tidak merasakan sakit untuk sementara
  • Sensitif secara emosional mulai dari mudah marah, kesal, dan jengkel
  • Gelisah ketika tidak menggunakan
  • Meningkatkan sensitivitas terhadap rasa sakit
  • Merasakan kram
  • Suasana hati mudah berubah menjadi buruk
  • Mulai mengalami insomnia
  • Terjadi pelebaran pada pupil mata
  • Mudah berkeringat
  • Mengalami diare
  • Tekanan darah meningkat
  • Sering menguap
  • Terjadi demam

5. Inhalan

Berbagai macam bahan yang disalahgunakan biasanya terdiri dari banyaknya kategori zat kimia yang memiliki sifat mudah menguap pada suhu ruangan dan menyebabkan perubahan mendadak ketika terhirup.

Adapun contoh bahannya seperti minyak tanah, toluene, amyl nitrite, nitrit oksida, bensin, dan yang sering disalahgunakan biasanya oleh remaja adalah lem fox. Padahal penyalahgunaan bisa berdampak buruk bagi kesehatan seperti merasakan pusing, keracunan, bahkan mengakibatkan kerusakan pada beberapa sistem organ tubuh, dan parahnya bisa menimbulkan kematian akibat gagal jantung.

Gejala dari penyalahgunaan bahan tersebut antara lain :

  • Bertindak konyol
  • Merasakan pusing
  • Mata berkunang-kunang
  • Kehilangan kesadaran
  • Merasakan euforia
  • Tidak merasakan sakit
  • Lebih merasa bergairah

Penyebab Terjadinya Kecanduan Narkoba dan Zat adiktif lainnya

Berbagai faktor resiko dapat menjadi penyebab seseorang mengalami kecanduan, berikut kami jabarkan berbagai penyebabnya yaitu (O’Brien, 2011):

1. Faktor obat yang digunakan

Tentu saja penyebab seseorang mengalami kecanduan adalah ketersediaan obat yang menyebabkan kecanduan, apalagi di dukung dengan biayanya yang murah dan mudah didapatkan akan menyebabkan seseorang mudah terjerumus menjadi kecanduan narkoba.

Berbagai jenis obat yang di gunakan bisa mempengaruhi karena setiap jenis obat yang disalahgunakan mempunyai kecepatan efek terapi yang berbeda.

Adapun cara menggunakannya juga berperan untuk mempercepat seseorang mengalami kecanduan seperti penggunaannya melalui injeksi akan mudah terakumulasi dalam aliran darah dan mempercepat efek yang di inginkan.

Apalagi obat digunakan dengan kombinasi misalkan dengan alkohol malah semakin memperparah pengguna menjadi kecanduan narkoba berat yang memerlukan dosis semakin tinggi untuk memperoleh efek.

Kecanduan juga berasal dari penggunaan obat secara berulang, apalagi zat adiktif dapat menyebabkan perubahan pada beberapa sel saraf di otak. Perubahan tersebut membuat otak terkena dampak kecanduan obat karena tidak dapat kembali normal, walaupun sudah berusaha untuk menghentikan penggunaan obat.

2. Faktor Pengguna

Seseorang tidak akan mengalami kecanduan apabila tidak ada niatan untuk menyalahgunakan zat adiktif, disinilah peran pengguna yang menyebabkan munculnya kecanduan. Adapun faktor pengguna dapat dibagi lagi sebagai berikut:

  • Faktor keturunan

Adanya keturunan yang pernah mengalami kecanduan obat atau zat adiktif bisa menyebabkan terjadinya perkembangan penyakit yang di timbulkan.

Ketika seseorang memiliki hubungan darah dengan orang terdekat yang pernah mengalami kecanduan juga dapat meningkatkan resiko untuk mengalami kecanduan juga.

Apabila tidak dibarengi dengan edukasi yang benar, maka bisa jadi anggota keluarga juga ikut-ikutan mengalami kecanduan narkoba.

  • Faktor jenis kelamin

Pria beresiko lebih tinggi mengalami kecanduan narkoba daripada perempuan, apalagi di dukung dengan berbagai macam cara penggunaan seperti injeksi intravena yang membuat pria lebih berani untuk menggunakannya dan justru mempercepat mengalami kecanduan narkoba.

Hal tersebut juga diiringi dengan perilaku berani dalam mengambil keputusan yang beresiko buruk pada diri sendiri.

  • Faktor kesehatan mental

Kesehatan mental juga perlu di perhatikan karena bisa menjadi penyebab seseorang mengalami kecanduan. Beberapa kasus yang sering ditemui karena mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, stres, merasakan kesepian dapat meningkatkan resiko terjadinya kecanduan narkoba.

3. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan berperan penting dalam mengolah karakter seseorang, karena lingkungan sekitar dapat mempengaruhi pola pikir dan tindakan yang akan kita lakukan.

Dekat dengan lingkungan yang sudah kecanduan narkoba tentu akan meningkatkan resiko seseorang mengalami kecanduan narkoba pula.

Ketika seseorang belum punya fondasi dan iman yang kuat, bisa jadi muncul ketertarikan pada diri sendiri untuk mencoba sesuatu hal yang baru salah satunya adalah menggunakan narkoba.

Terkadang muncul perasaan ingin bergaul dan dekat dengan pengguna narkoba tersebut karena terlihat gaul, padahal ada dampak buruk ketika sudah mengalami kecanduan narkoba.

Kondisi keluarga yang tidak harmonis juga dapat meningkatkan resiko mengalami kecanduan narkoba, ketika lelah dengan kondisi keluarga yang tidak membaik bisa jadi seseorang memikirkan jalan pintas untuk melupakan hal tersebut dengan cara mengkonsumsi narkoba.

Lingkungan kerja yang membuat stres juga bisa mempengaruhi, terkadang lelahnya bekerja membuat seseorang berpikir agar cepat menghilangkan perasaan tersebut dengan menggunakan narkoba.

Apalagi di dukung dengan sikap masyarakat yang seakan tidak peduli dengan keadaan sekitar membuat pengedar narkoba leluasa untuk transaksi jual beli ke pengguna yang sudah mengalami kecanduan berat.

Dampak Buruk Kecanduan Narkoba

Berbagai dampak buruk kecanduan narkoba dapat dirasakan baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sosial, adapun dampak buruk kecanduan narkoba yaitu :

  • Kecanduan narkoba berdampak buruk bagi kesehatan, seperti halnya penjelasan di atas mulai dari efek jangka pendek maupun jangka panjang dapat di rasakan. Bahkan yang paling parah dapat menimbulkan kematian, sehingga hal tersebut menjadi pertimbangan untuk memberlakukan peraturan ketat pada penggunaan zak adiktif. Padahal zat adiktif tersebut bisa digunakan dalam pengobatan berbagai macam penyakit.
  • Pecandu narkoba rentan terkena berbagai penyakit berbahaya karena mereka terkadang menggunakan jarum suntik secara bergantian untuk menggunakan narkoba, padahal hal tersebut bisa meningkatkan resiko terkena penyakit yang menular. Apalagi melakukan hubungan seks sembarangan dan tidak aman malah menimbulkan penyakit lain seperti HIV.
  • Ketika seseorang sudah mengalami kecanduan narkoba, maka dapat menyebabkan perubahan perilaku yang signifikan. Bahkan bisa menghalalkan segala cara agar keinginannya terpenuhi, tentu saja ini bisa berdampak buruk bagi diri sendiri dan bahkan lingkungan sekitar.
  • Parahnya lagi ketika keinginannya tidak terpenuhi bisa terlintas untuk melakukan tindakan kriminal dan ingin mengakhiri dirinya dengan cara bunuh diri.
  • Kecanduan narkoba juga berdampak buruk terhadap kinerja di lingkungan kerja karena efek dari kecanduan narkoba membuat tidak fokus dalam bekerja dan hubungan dengan rekan kerja bisa menjadi buruk.
  • Sama halnya bagi seorang pelajar yang seharusnya fokus belajar malah jadi tidak ada niatan lagi belajar karena disebabkan dampak buruk dari kecanduan narkoba.
  • Tentu saja dampak buruk lainnya dari kecanduan narkoba adalah adanya tindakan penyalahgunaan obat yang di gunakan tanpa resep dokter menyebabkan pengguna tersebut terjerat hukum. Indonesia sendiri mempunyai berbagai peraturan terkait mengenai narkoba dan memiliki hukuman bagi penyalahgunaan zat adiktif yang dilarang seperti yang terdapat dalam artikel Sehat Bersama Takiman.

Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba

Menangani pecandu yang mengalami kecanduan narkoba bukanlah hal yang mudah, tentu saja perlu usaha keras untuk mengatasi hal tersebut baik dari niat si pengguna maupun lingkungan sekitar yang dapat memotivasi pecandu agar berhenti menggunakan narkoba secara bertahap.

Adapun cara menanggulangi kecanduan narkoba bisa di lakukan sebagai berikut (Sitorus, 2016):

Menurunkan Keinginan Menggunakan Narkoba

Tentu saja diperlukan tindakan pencegahan agar si pengguna tidak muncul perasaan ingin menggunakan narkoba.

Mulai lah konsultasi dengan dokter untuk mengurangi dosis penggunaan narkoba yang pernah digunakan, selain itu perlu dilakukan rehabilitasi dan kegiatan positif lainnya untuk mengalihkan pikiran pengguna dari narkoba.

Hal ini bisa mulai dilakukan dari lingkungan sekitar terlebih dahulu seperti keluarga terdekat dan perhatian masyarakat sekitar.

Tentu saja dengan adanya program pencegahan tersebut dapat mengembangkan sikap positif dari pengguna narkoba, sehingga bisa lepas dari jeratan kecanduan narkoba.

Perlu adanya dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan organisasi buk pemerintah untuk menggalakkan program tersebut.

Mengurangi Ketersediaan Narkoba

Seperti yang kita bahas sebelumnya bahwa kecanduan narkoba berasal dari ketersediaan narkoba itu sendiri, apabila tidak tersedia maka kecil resiko terjadinya penyalahgunaan narkoba.

Tentu saja untuk membatasi ketersediaan narkoba yang sering disalahgunakan adalah dengan memberantas pasar gelap yang sering memperjualbelikan narkoba secara ilegal.

Disini lah peran aktif dari penegak hukum agar bertindak responsif apabila ada indikasi terjadi transaksi yang mencurigakan, selain itu pemerintah juga menyediakan pusat rehabilitasi bagi pecandu yang ingin berhenti mengalami kecanduan narkoba.

Mengurangi Dampak Buruk dari Kecanduan Narkoba

Adapun usaha yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi dampak buruk kecanduan narkoba adalah dengan mengawasi ketersediaan stok narkoba untuk pengobatan, menyusun program kerja dalam menanggulangi peredaran narkoba, edukasi masyarakat akan pentingnya dampak buruk dari kecanduan narkoba, menerapkan rehabilitasi bagi pengguna narkoba, dan mulai melakukan riset untuk mencegah penularan penyakit akibat dari narkoba.

Kesimpulan

Sudah dijelaskan bahwa kecanduan narkoba memiliki dampak buruk bukan hanya dirasakan pengguna, namun bisa berdampak buruk pula bagi lingkungan sekitar apabila bersikap acuh dengan kondisi tersebut.

Berbagai cara sudah dilakukan untuk mencegah seseorang mengalami kecanduan narkoba, disinilah peran kita semua untuk memperhatikan akan pentingnya penggunaan obat secara tepat agar tidak terjadi penyalahgunaan.

Narkoba bisa digunakan sebagai pengobatan, namun ketika disalahgunakan maka hal tersebut bisa menjadi sebuah tindakan kriminal yang menyebabkan dampak buruk. Apabila sudah mengalami kecanduan, maka gunakanlah waktu sekarang untuk berjuang dalam menghentikan penggunaan narkoba sebelum menjadi parah.

Ikuti terus perkembangan informasi lainnya di Peduli Kesehatan, Stay healthy and provide motivation for others.

Daftar Pustaka

O’Brien, C. P. 2011. Drug addiction. Goodman & Gilman’s the pharmacological basis of therapeutics. 12th ed. New York: McGraw-Hill, 649-66.
Sitorus, R. J. 2016. Penggunaan Narkotika Mendukung Perilaku-Perilaku Berisiko. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 7(1).
Abdi, S., & Mayra, Z. 2018. Bimbingan konseling berbasis nilai-nilai islami untuk pecandu narkoba (NAPZA). JURNAL SULOH: Jurnal Bimbingan Konseling FKIP Unsyiah. 3(1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *